LOGO
Metta Media Metta News Empat Kota di Indonesia Raih Predikat Utama Kota Layak Anak, Bagaimana dengan Solo?

Empat Kota di Indonesia Raih Predikat Utama Kota Layak Anak, Bagaimana dengan Solo?

Friday, 30 July 2021 - 17:06

Ilustrasi | Foto oleh Artem Podrez dari Pexels



SOLO, Metta NEWS - Empat kota di Indonesia terus mempertahankan Predikat Utama sebagai Kota Layak Anak (KLA). Kota-kota tersebut adalah Surabaya, Denpasar, Yogyakarta dan Solo. Bahkan Kota Solo sendiri berhasil mempertahankan Predikat Utama Kota Layak Anak selama 4 tahun berturut-turut. 


Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat (PPPAPM), Sri Wardhani mengatakan untuk mendapatkan Predikat Utama KLA, kota tersebut harus memenuhi 5 klaster dan 24 indikator. 


Ditemui di kantornya, Kamis (29/7) Sri Wardhani menyebut ada lima tingkatan predikat KLA yakni Pratama, Madya, Nidya, Utama dan Paripurna. 


“Masih ada satu tingkatan predikat yang harus dicapai di atas Predikat Utama yakni KLA Paripurna, untuk menuju ke Paripurna ini syaratnya adalah kota harus bebas asap rokok. Syarat ini agak berat dan belum ada 1 kotapun di Indonesia yang bisa memenuhi kriteria ini,” tandas Wardhani. 


Ada 5 klaster yang harus dipenuhi mendapatkan Predikat Utama Kota Layak Anak, kota tersebut harus memenuhi 5 klaster. Lima klaster tersebut adalah, Hak Sipil dan Kebebasan (administrasi anak seperti akte kelahiran), Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif (anak terlantar masuk di sini), Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan (imunisasi), Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya dan klaster terakhir adalah Perlindungan Khusus Anak (difabel, kasus-kasus anak seperti HIV Aids, bullying).


“Seperti di masa pandemi ini yang harus menjadi perhatian adalah banyak anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena meninggal dunia terkena paparan Covid-19. Solo juga punya rumah aman dan belum setiap kota punya. Yang penting komitmen kita untuk pemenuhan hak anak, peringkat hanya untuk penilai saja,” tandas Wardhani. 


Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengatakan jika pada masa pandemi saat ini, perlindungan pada anak membutuhkan usaha yang lebih. Menurutnya anak-anak  harus didampingi baik dari pendidikan maupun kesehatannya. 


"Terutama untuk pendidikan karena tahun ini belum bisa sekolah secara tatap muka, ini perlu peran serta orang tua agar anak-anaknya bisa tetap kita monitor," ujarnya. 


Selain itu, untuk mewujudkan hak-hak anak Gibran juga akan memperbaiki kekurangan pada ruang-ruang disabilitas. 


“Untuk anak yang terdampak Covid-19, sudah di data Dinas PPPAPM, Dukcapil dan kelurahan, yang jelas jangan sampai anak-anak tersebut kehilangan hak-hak dasarnya,” pungkas Wali Kota Gibran. Puspita




Share:

Most Popular News

IMG